Sabtu, 30 Juni 2012

8 Fakta tentang Garam yang Patut Diketahui

Garam menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Karenanya ini kali kita akan melihat beberapa fakta seputar garam.

1. Sampai menjelang abad 20, garam masih digunakan di Abyssinia (sekarang disebut Ethiopia) sebagai alat pembayaran atau mata uang.

2. Pada abad pertengahan, garam sangat mahal harganya, sehingga disebut sebagai "emas putih". Di Jerman masih terdapat trotoar yang dipakai sebagai jalur transportasi garam antara Pantai Baltik hingga kota pedalaman di Luneberg.

Foto: Museum garam di Luneberg

3. Begitu mahalnya harga garam, di awal 1800-an harganya 4 kali lebih mahal dari daging sapi.

4. Garam ada yang berwarna hitam. Produksinya ada di India, caranya dengan mencampurkan garam dengan biji Harad. Saat campuran tersebut menguap akan meninggalkan gumpalan garam berwarna hitam.

Foto: garam hitam

5. Salar de Uyuni, Bolivia, adalah padang garam terbesar di dunia seluas 4.000 mil persegi. Bila ada lapisan tipis air di atasnya, maka padang garam tersebut tampak seperti cermin yang sangat besar. Padang garam ini juga memasok lithium, setengah dari kebutuhan dunia.

Foto: Salar de Uyuni, Bolivia

6. Tahukah kamu bahwa garam sangat penting bagi tubuh. Jika pasokan garam dalam tubuh terlampau sedikit, bisa menyebabkan Hiponatremia yang fatal.

7. Namun, konsumsi terlalu banyak garam pun dapat mematikan. Perbandingannya sebagai berikut: 1 gram garam untuk per kilogram berat badan. Contoh, bila berat kamu 70 Kg, maka memakan 70 gram garam akan membunuhmu. Anehnya, kaum bangsawan di Cina sempat menggunakan garam sebagai bagian dari ritual bunuh diri.

8. Ada kesalahpahaman yang sangat umum tentang tentara Romawi yang digaji dengan garam. Sebenarnya mereka dibayar dengan uang normal. Gaji (salary) mengacu pada kata latin: salarium. Hasil gaji inilah yang digunakan para prajurit untuk membeli garam.

Fakta Seputar Kedipan Mata

Aktivitas kedipan mata yang dilakukan oleh manusia selain memiliki beberapa alasan tersendiri juga menyimpan beberapa fakta unik. Seperti apa ?

kedipan mata

Perempuan bisa mengatur waktu berkedip
Dugaan bahwa perempuan lebih sering berkedip daripada pria ternyata sulit dibuktikan dengan fakta ilmiah. Tetapi kenyataannya, perempuan berkedip dua kali lipat lebih banyak dibanding pria. Jumlah kedipan setiap orang berbeda-beda tiap menitnya.

Namun, rata-rata kita berkedip 15 kali setiap 4 detik. Jumlah kedipan ini akan meningkat ketika seseorang dalam suasana cemas, gelisah, dan lelah.

Seperti yang dikutip dari Men's Health para peneliti menyebutkan bahwa perempuan yang tengah mengonsumsi pil kontrasepsi akan berkedip 32 persen lebih sering daripada mereka yang tidak mengonsumsinya.

Kedipan menginspirasi terciptanya sistem wiper
Ternyata frekuensi mata manusia yang berkedip setiap detik menginspirasi Robert Kearns, untuk menciptakan wiper pada kaca depan mobil. Ide tentang wiper ini terjadi pada malam pernikahannya di tahun 1953, ketika sumbat botol champagne terpental ke mata kirinya.

Insiden itu menyebabkan ia mengerjap-ngerjapkan matanya dengan tak beraturan. Ia berkesimpulan bahwa mekanisme kerja wiper pada kaca depan mobil mirip seperti kedipan mata manusia.

Bayi jarang berkedip
Sampai saat ini belum ada yang peneliti yang bisa menjelaskan mengapa bayi jarang berkedip dibandingkan orang dewasa. Bayi berkedip hanya dua kali atau kurang per menit nya. Namun, frekuensi kedipan ini akan semakin bertambah sering seiring dengan pertumbuhannya.

Namun, kedipan "normal" akan mulai didapatkan ketika anak sudah berusia 14-15 tahun. Teorinya, bayi lebih jarang berkedip karena mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur, sehingga bayi tidak perlu "melumasi" matanya sesering orang dewasa.

Kedipan dipengaruhi kondisi seseorang
Frekuensi kedipan seseorang ternyata juga dipengaruhi oleh kondisi dan lingkungan sekitarnya. Misalnya, ketika mendapatkan informasi penting, biasanya kita jarang berkedip, atau sebaliknya.

Pilot pesawat Angkatan Udara Amerika dalam simulasi terbangnya akan berkedip lebih sering ketika berada di zona aman, dibandingkan ketika berada dalam zona musuh. Hal ini dipicu rasa takut akan kurangnya informasi yang diperoleh di tempat musuh.

Dr John Stern, profesor emeritus di bidang psikologi dari Washington University, mengatakan bahwa George W. Bush berkedip lebih cepat saat mendapat serangan dari lawan politiknya, John Kerry, dalam debat kepresidenannya yang pertama tahun 2004. Kerry, yang lebih jarang berkedip, akhirnya memenangkan debat tersebut.

Hewan pun berkedip
Seperti manusia, ternyata hewan pun berkedip, kecuali hewan-hewan seperti ikan, ular, dan binatang lainnya yang tidak memiliki kelopak mata. Ada pula beberapa hewan lain seperti hamster yang berkedip hanya dengan satu mata. Tahun 1927, WP Blount menerbitkan sebuah buku tentang hewan yang berkedip, Studies of the Movements of the Eyelids of Animals: Blinking.

Di buku ini, Blount menemukan bahwa monyet Sudan berkedip sangat sering, tikus berkedip ketika bersin, dan kambing berkedip dengan jeda 30-60 detik.

Kedipan sebagai inovasi kacamata 3D
Sebuah perusahaan Brazil bernama Jonathan Post berhasil menciptakan sebuah alat yang memungkinkan kita untuk melihat secara 3 dimensi tanpa bantuan kacamata 3D. Alat ini bekerja dengan cara mengontrol kedipan mata sehingga dapat menciptakan ilusi optik 3D.

Jumat, 29 Juni 2012

5 Kota Tertua di Indonesia

5. Kota Medan 1 Juli 1590
http://angkatigabelas.blogspot.com/
http://angkatigabelas.blogspot.com/
Kota Medan adalah ibu kota provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kota ini merupakan kota terbesar di Pulau Sumatera. Kota Medan merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat dan juga sebagai pintu gerbang bagi para wisatawan untuk menuju objek wisata Brastagi di daerah dataran tinggi Karo, objek wisata Orangutan di Bukit Lawang, Danau Toba.


4. Semarang 2 Mei 1547
http://angkatigabelas.blogspot.com/
http://angkatigabelas.blogspot.com/
Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Semarang merupakan kota yang dipimpin oleh wali kota Drs. H. Soemarmo HS, MSi dan wakil wali kota Hendrar Prihadi, SE, MM. Kota ini terletak sekitar 466 km sebelah timur Jakarta, atau 312 km sebelah barat Surabaya, atau 624 km sebalah barat daya Banjarmasin (via udara). Semarang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Demak di timur, Kabupaten Semarang di selatan, dan Kabupaten Kendal di barat.


3. Jakarta 22 Juni 1527
http://angkatigabelas.blogspot.com/
Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta, Jakarta Raya) adalah ibu kota negara Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan nama Sunda Kelapa (sebelum 1527), Jayakarta (1527-1619), Batavia/Batauia, atau Jaccatra (1619-1942), dan Djakarta (1942-1972).

Jakarta memiliki luas sekitar 661,52 km² (lautan: 6.977,5 km²), dengan penduduk berjumlah 9.607.787 jiwa (2010). Wilayah metropolitan Jakarta (Jabotabek) yang berpenduduk sekitar 28 juta jiwa, merupakan metropolitan terbesar di Indonesia atau urutan keenam dunia.


2. Magelang 11 April 907 M
http://angkatigabelas.blogspot.com/
Kota Magelang adalah salah satu kota di provinsi Jawa Tengah. Kota ini terletak di tengah-tengah kabupaten Magelang. Karena memang dulunya Kota Magelang adalah ibukota dari Kabupaten Magelang sebelum mendapat kebijakan untuk mengurus rumah tangga sendiri sebagai sebuah kota baru. Kota Magelang memiliki posisi yang strategis, karena berada di jalur utama Semarang-Yogyakarta. Kota Magelang berada di 15 km sebelah Utara Kota Mungkid, 75 km sebelah selatan Semarang, dan 43 km sebelah utara Yogyakarta. Kota Magelang terdiri atas 3 kecamatan, yakni Magelang Utara, Magelang Selatan dan Magelang Tengah , yang dibagi lagi sejumlah kelurahan.
Hari Jadi Kota Magelang ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 6 Tahun 1989, bahwa tanggal 11 April 907 Masehi merupakan hari jadi. Penetapan ini merupakan tindak lanjut dari seminar dan diskusi yang dilaksanakan oleh Panitia Peneliti Hari Jadi Kota Magelang bekerjasama dengan Universitas Tidar Magelang dengan dibantu pakar sejarah dan arkeologi Universitas Gajah Mada, Drs.MM. Soekarto Kartoatmodjo, dengan dilengkapi berbagai penelitian di Museum Nasional maupun Museum Radya Pustaka-Surakarta. Kota Magelang mengawali sejarahnya sebagai desa perdikan Mantyasih, yang saat ini dikenal dengan Kampung Meteseh di Kelurahan Magelang. Mantyasih sendiri memiliki arti beriman dalam Cinta Kasih. Di kampung Meteseh saat ini terdapat sebuah lumpang batu yang diyakini sebagai tempat upacara penetapan Sima atau Perdikan.

Untuk menelusuri kembali sejarah Kota Magelang, sumber prasasti yang digunakan adalah Prasasti POH, Prasasti GILIKAN dan Prasasti MANTYASIH. Ketiganya merupakan parsasti yang ditulis di atas lempengan tembaga.

Parsasti POH dan Mantyasih ditulis zaman Mataram Hindu saat pemerintahan Raja Rake Watukura Dyah Balitung (898-910 M), dalam prasasti ini disebut-sebut adanya Desa Mantyasih dan nama Desa Glangglang. Mantyasih inilah yang kemudian berubah menjadi Meteseh, sedangkan Glangglang berubah menjadi Magelang.

Dalam Prasasti Mantyasih berisi antara lain, penyebutan nama Raja Rake Watukura Dyah Balitung, serta penyebutan angka 829 Çaka bulan Çaitra tanggal 11 Paro-Gelap Paringkelan Tungle, Pasaran Umanis hari Senais Sçara atau Sabtu, dengan kata lain Hari Sabtu Legi tanggal 11 April 907. Dalam Prasasti ini disebut pula Desa Mantyasih yang ditetapkan oleh Sri Maharaja Rake Watukura Dyah Balitung sebagai Desa Perdikan atau daerah bebas pajak yang dipimpin oleh pejabat patih. Juga disebut-sebut Gunung SUSUNDARA dan WUKIR SUMBING yang kini dikenal dengan Gunung SINDORO dan Gunung SUMBING.

Begitulah Magelang, yang kemudian berkembang menjadi kota selanjutnya menjadi Ibukota Karesidenan Kedu dan juga pernah menjadi Ibukota Kabupaten Magelang. Setelah masa kemerdekaan kota ini menjadi kotapraja dan kemudian kotamadya dan di era reformasi, sejalan dengan pemberian otonomi seluas - luasnya kepada daerah, sebutan kotamadya ditiadakan dan diganti menjadi kota.

Ketika Inggris menguasai Magelang pada abad ke 18, dijadikanlah kota ini sebagai pusat pemerintahan setingkat Kabupaten dan diangkatlah Mas Ngabehi Danukromo sebagai Bupati pertama. Bupati ini pulalah yang kemudian merintis berdirinya Kota Magelang dengan membangun Alun - alun, bangunan tempat tinggal Bupati serta sebuah masjid. Dalam perkembangan selanjutnya dipilihlah Magelang sebagai Ibukota Karesidenan Kedu pada tahun 1818.

Setelah pemerintah Inggris ditaklukkan oleh Belanda, kedudukan Magelang semakin kuat. Oleh pemerintah Belanda, kota ini dijadikan pusat lalu lintas perekonomian. Selain itu karena letaknya yang strategis, udaranya yang nyaman serta pemandangannya yang indah Magelang kemudian dijadikan Kota Militer: Pemerintah Belanda terus melengkapi sarana dan prasarana perkotaan. Menara air minum dibangun di tengah-tengah kota pada tahun 1918, perusahaan listrik mulai beroperasi tahun 1927, dan jalan - jalan arteri diperkeras dan diaspal.


1. Palembang 17 Juni 683 M
Kota Palembang adalah ibu kota provinsi Sumatera Selatan. Palembang merupakan kota terbesar kedua di Sumatera setelah Medan.

Sejarah Palembang yang pernah menjadi ibukota kerajaan bahari Buddha terbesar di Asia Tenggara pada saat itu, Kerajaan Sriwijaya, yang mendominasi Nusantara dan Semenanjung Malaya pada abad ke-9 juga membuat kota ini dikenal dengan julukan "Bumi Sriwijaya". Berdasarkan prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang, yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota pada tanggal 16 Juni 682 Masehi, menjadikan kota Palembang sebagai kota tertua di Indonesia. Di dunia Barat, kota Palembang juga dijuluki Venice of the East("Venesia dari Timur").

Ternyata kota-kota di Indonesia itu ada juga yang sudah tua banget ya boi.... 

Ini Dia Lamborghini Gallardo Terdahsyat

Malam menjelang pembukaan pameran otomotif Frankfurt Motor Show, produsen mobil sport memamerkan sebuah Lamborghini Gallardo LP 570-4 Super Trofeo Stradale. Mobil ini disebut-sebut sebagai Gallardo paling ekstrem dan paling kuat.

Lamborghini Gallardo Terdahsyat

Mobil ini memiliki DNA dari mobil balap pada kejuaraan Lamborghini Blancpain Super Trofeo. Sama-sama memiliki mesin V10. Bahkan spoiler belakangnya pun sama.

Lamborghini Gallardo Terdahsyat

Mobil ini bisa berlari dari 0-100 km per jam sekitar 3,4 detik dan mencapai 200 km per jam dalam 10,4 detik. Sementara kecepatan maksimumnya mencapai 320 km per jam. {foto.detik.com}

10 Gitar Termahal di Dunia Beserta Nama Pemiliknya

Inilah 10 Gitar Termahal di dunia, berikut gambar dan harga juga nama-nama pemiliknya:

10. 1949 Fender Broadcaster prototype 
   Price $375,000

9. Eric Clapton’s Gold Leaf Stratocaster
 
Price $455,550

8. George and John’s 1964 Gibson SG
 
Price $570,000
7. “Lenny” – Stevie Ray Vaughan’s 1965 Fender Composite Stratocaster
 
Price $623,500  
6. Eric Clapton’s C.F. Martin & Co., circa 1939
 
Price $791,500

5. Eric Clapton’s 1964 Gibson ES0335 TDC
 
Price $847,500

4. Blackie – Stratocaster hybrid
 
Price $959,500

3. Bob Marley’s Custom made Washburn 22 series Hawk

estimated Price $1.2 to 2 million


2. Jimi Hendrix’s 1968 Stratocaster
 
 Estimated Price $2 million

1. Reach out to Asia Fender Stratocaster
 
Price $3.7 million

Yuk, Melihat Tambang Garam Tua nan Indah di Polandia

Menurut hikayat, seorang putri dari Hungaria dilamar oleh Raja Krakus (Cracow/Krakow) dari Polandia. Secara historis Krakus tercatat memerintah di awal abad 12. Nah, sebagai hadiah pernikahan, putri Hungaria, Kinga, meminta hadiah tambang garam pada ayahnya.

Seiring perjalanannya, pada awal 1900-an, Kapel Kinga dibangun di dalam tambang. Ini merupakan sebuah ruangan yang penuh dengan relief Alkitab (Gospel/Injil) berukuran besar.

 

 
Sejak itu, selama berabad-abad tambang garam tini terus beroperasi (sejak abad ke-13) dan merupakan salah satu tambang garam tertua di dunia yang masih beroperasi. Sementara, yang tertua ada di Bochnia, Polandia, 20 kilometer dari Wieliczka yang telah ditambang sejak masa prasejarah.

Luas keseluruhan tambang ini mencapai 200 km persegi, dan terdiri dari tujuh level. kedalamannya lebih dari 198 meter di bawah permukaan tanah dan terdiri dari ruang-ruang galian yang berjumlah 2000 buah. Tambang yang terletak 68 - 237 meter di bawah kota Wieliczka ini memiliki 9 lantai.

Kini, tambang garam tersebut menjadi tempat wisata yang menakjubkan. Bila kita berkunjung ke sana akan melihat jalur untuk turis sepanjang 3 km, dimulai di level pertama.

Untuk sampai ke situ, pengunjung harus menuruni 380 anak tangga. Pengunjung tak perlu risau dengan tangga tersebut karena sudah diperbarui dan terbuat dari kayu kokoh yang solid.

 


Selama berabad-abad, para penambang telah membentuk tradisi ukiran patung dari garam batu asli. Pada abad ke-19, lampu kristal raksasa yang terbuat dari garam dipasang untuk menerangi kompleks bawah tanah ini. Dengan mendapat penerangan yang memadai, ukiran dan monumen garam yang ada di dalam gua terlihat indah. Hal inilah yang menjadikan tambang garam Wieliczka terkenal di wilayah Eropa.

Suhu udara dalam tambang mencapai 13 hingga 14 derajat celsius. Selain bongkahan garam yang dipahat menjadi lorong dan ruangan-ruangan, konstruksi tambang disokong oleh kayu timber. Di sana sini tampak juga rel kecil, yang menjadi jalur gerobak dan kereta pengangkut garam.

 


Wieliczka di Polandia adalah lambang kemajuan teknologi manusia. Namun bukan hal ini saja yang membuat tambang garam ini terkenal karena para penambang perlahan-lahan telah mengubah sebuah gua yang gelap menjadi lokasi kerajaan megah.

Saat ini, wisatawan dari seluruh dunia akan dipandu melalui labirin terowongan tambang yang aneh, dengan patung rinci yang indah, kapel, dan bahkan restoran.
 

Mau Tahu Strategi Perang Raja di Jawa?

Apakah raja-raja di Nusantara, khususnya Jawa jaman dulu punya strategi perang? Apakah saat berperang sang mahapatih perang menyusun formasi buat pasukannya? Bila ya, seperti apa?

Ternyata dari data prasasti masa Jawa Kuno, sejak era Kerajaan Mataram Kuno sekitar abad 7 dan 8 mencatat banyak terjadi peperangan. Apalagi ketika Majapahit berkuasa di abad ke-16.

 
 Ilustrasi Perang/pernakpernik.net

Berbicara mengenai perang maka tidak terlepas dari strategi perang yang dipakai dalam suatu peperangan. Kata strategi itu sendiri berasal dari bahasa Yunani strategos, yang secara sempit dirumuskan sebagai “seni seorang jenderal”. Istilah itu muncul karena pada mulanya strategi berkaitan dengan siasat militer bagaimana seorang jenderal berusaha mengelabui musuh, dan membagi-bagi pasukannya dalam perang.

Dalam teori perang, strategi dan taktik umumnya ditempatkan dalam dua kategori yang berbeda. Dua bidang ini secara tradisional dirumuskan menurut dimensi yang berbeda. Strategi berkenaan dengan ruang yang luas, jangka waktu yang lama, serta gerak militer besar-besaran; sedangkan taktik merupakan aplikasi dari strategi.

Dengan demikian, strategi diartikan prelude (pendahuluan) sebelum terjun ke medan pertempuran, sedangkan taktik adalah kegiatan di medan perang.

Dari kesusateraan Jawa Kuno terdapat bukti bahwa orang pada masa itu telah mengenal strategi perang, antara lain dari kakawin Bhāratayūddha, yang ditulis oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh pada masa pemerintahan Jayabhaya dari Kerajaan Kadiri pada tahun 1019 Śaka (1157 M.)

Kakawin ini menuliskan tentang bermacam-macam jenis byūha/wyūha (strategi perang) yang dilakukan oleh Pandawa dan Kurawa dalam peperangan yang langsung berhadapan dengan musuh atau serangan frontal.

Jenis-jenis wyūha yang terdapat dalam kakawin Bhāratayūddha (Wiryosuparto 1968:31–40):

Wajratiksna wyūha (kiri) dan wukir sagara wyūha (kanan)

Garuda wyūha
Makara wyūha & cakra wyūha

Padma wyūha
Ardhacandra wyūha
Kānana wyūha


Strategi perang tersebut bersumber dari kesusasteraan India (Arthasastra), karena pengaruh Hindu sangat kental saat itu.  Pada perkembangannya kemudian, saat VOC masuk Indonesia meneliti strategi dan taktik perang raja-raja Jawa. Kesimpulannya adalah:

1. Penyerbuan secara tiba-tiba
2. Merobohkan pohon-pohon ke jalan raya sehingga jalan tertutup  dan menghalangi serangan musuh.
3. Memutuskan suplai makanan (logistik) agar musuh dipaksa menyerah karena kelaparan
4. Memutuskan suplai air dari bendungan (lihat Schrieke, 1957: 132-135)


Mantap, kan? Strategi perang kerajaan di Indonesia jaman dulu tak kalah dengan bangsa Romawi dan lainnya.


sumber